• Minggu, 27 November 2022

HUT TNI ke-77, Prajurit TNI Jadi Orangtua Asuh 250 Anak Stunting di Sulawesi Tengah

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 22:03 WIB
Brigjen TNI Toto Nurwanto (Foto: Pataruddin)
Brigjen TNI Toto Nurwanto (Foto: Pataruddin)

Suluhmerdeka.com - 5 Oktober 2022, Tentara Nasional Indonesia (TNI) sudah berusia 77 tahun. TNI tidak hanya memegang fungsi utama sebagai alat pertahanan dan keamanan negara dan pembinaan teritorial. TNI juga terlibat aktif pada program-program pembangunan pemerintah, termasuk penanganan anak stunting.

Baca Juga: PPP Perkuat Konsolidasi Menuju Pemilu 2024

Peran tersebut dimulai sejak pencanangan penanganan anak stunting atau pertumbuhan lambat oleh Presiden Joko Widodo.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat kemudian mengharuskan setiap prajurit di seluruh jajaran menjadi orangtua asuh.

Baca Juga: Kemenag Buka Peluang Pengabdi Mengikuti Seleksi Pengabdian Terbaik 2022, Cek Kategorinya

Khusus di Sulawesi Tengah, program orangtua asuh anak stunting sudah bergulir sekitar tiga bulan lalu. Saat ini ada 250 anak stunting yang sudah menjadi anak asuh prajurit TNI yang tersebar di seluruh Sulawesi Tengah. Program ini sekaligus membantu pemerintah daerah dalam menangani masalah anak stunting.

Hal itu diungkapkan Komandan Korem 132/Tadulako, Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Toto Nurwanto kepada sejumlah wartawan di Makorem 132/Tadulako, Selasa, 4 Oktober 2022.  

Baca Juga: Pemilu 2024, KPU Sulteng Targetkan 78% Partisipasi Pemilih

Menurut Brijen Toto, seluruh prajurit di jajaran, mulai dari Korem, Kodim, Koramil hingga Babinsa wajib menjadi orangtua asuh anak penderita stunting.

Tugas orajurit TNI sebagai orangtua asuh anak stunting yaitu membantu memberikan makanan bergizi maupun vitamin-vitamin yang dibutuhkan untuk pertumbuhan fisik anak.

"Setiap bulan diberi bantuan berupa vitamin. Kami sudah mengasuh sekitar 250 anak stunting yang tersebar di seluruh Sulawesi Tengah. Dan ke depan akan kami tambah lagi," kata Brigjen Toto.

Baca Juga: KPU Sulteng Goes To School, Edukasi Pemilih Pemula tentang Kepemiluan

Perintah menjadi orangtua asuh itu, kata Brigjen Toto disampaikan ke seluruh daerah, semua kodim, hingga babinsa.

"Para Danramil, para perwira di Kodim termasuk Dandim agar menjadi orangtua asuh anak stunting," ujarnya.

Penanganan anak stunting ini tentunya bekerjasama dengan pemerintah daerah dan BKKBN.

Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan: Keprihatinan Berbagai Elemen Terus Mengalir  

"Setiap daerah kami temukan ada anak stunting. Saya harapkan sudah berkurang dengan adanya program orangtua anak stunting ini," harapnya.***

Editor: Pataruddin

Tags

Terkini

Gejala-gejala Kanker Yang Harus Diketahui

Sabtu, 26 November 2022 | 12:44 WIB

Kenali DBD Jenis Baru untuk Diagnosis yang Lebih Cepat

Sabtu, 26 November 2022 | 12:22 WIB

Perselingkuhan Dan Kumpul Kebo Bisa Dipenjarakan

Jumat, 25 November 2022 | 14:55 WIB

Pelaku Seks Bebas terancam RKUHP Hukuman Penjara

Jumat, 25 November 2022 | 14:43 WIB

Tiba di Palu, Anies Baswedan Disambut Ribuan Pendukung

Kamis, 24 November 2022 | 15:22 WIB

Besok, Wapres Ma’ruf Amin akan Buka Munas XI KAHMI

Kamis, 24 November 2022 | 15:08 WIB
X